Pelatihan Pembuatan Media Informasi Digital di Desa Kranggan Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Era Digital

Pemuda dan pemudi Karang Taruna Wira Muda Desa Kranggan usai mengikuti pelatihan pembuatan media informasi digital.


Kabupaten Madiun - Karang Taruna Wira Muda Desa Kranggan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun menyelenggarakan pelatihan pembuatan media informasi digital, Minggu (21/1/2024). 

Kegiatan yang digelar di Gedung Pertemuan Desa Kranggan tersebut diikuti 30 peserta. Mereka adalah para pemuda dan pemudi dari RT 1 hingga RT 15 Desa Kranggan. Sedangkan narasumber yang dihadirkan, yaitu Riskiadi Purwanto, seorang Entrepreneur dan Digital Marketer yang juga pemilik Addigital Agency. 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Danang Pamungkas selaku pembina Karang Taruna Wira Muda ini mengambil tema "Pembuatan Media Informasi Digital". 

"Kegiatan pelatihan di Desa Kranggan ini menjadi tonggak bersejarah bagi Karang Taruna Wira Muda," ungkap Danang Pamungkas. 

Menurut Danang, pelatihan ini adalah langkah konkret untuk mempersiapkan pemuda Desa Kranggan menghadapi era digital.

Kegiatan ini pun mendapatkan sambutan hangat dari Sekretaris Desa Kranggan, Riris. Dia mengungkapkan, pentingnya generasi muda dalam menguasai teknologi informasi dan berperan aktif dalam pengembangan desa. 

Sementara itu, Riskiadi Purwanto dalam presentasinya menjelaskan mengapa media website menjadi sarana yang efektif dalam mengelola informasi desa.

Narasumber, Riskiadi Purwanto memaparkan materi pelatihan pembuatan media informasi digital kepada Karang Taruna Wira Muda Desa Kranggan.

Riskiadi menyoroti beberapa alasan, seperti dokumentasi dan transfer pengetahuan, pembuatan sumber informasi bersama bagi warga desa, dan kemampuan warga untuk menulis reportase, opini, serta promosi produk atau jasa secara elegan melalui website desa tanpa biaya iklan yang mahal.

"Sosialisasi program dengan media warga juga menjadi fokus, dengan media warga diartikan sebagai media yang dikembangkan dan dikelola oleh kelompok masyarakat dengan nilai dan cita-cita yang sama," jelasnya.

Manfaatnya, menurut Riskiadi mencakup mengemukakan kehendak dan kebutuhan masyarakat, ikut terlibat dalam pengambilan keputusan, mendorong kemandirian, dan menumbuhkan kepemilikan masyarakat terhadap program-program di desa.

"Jurnalisme warga menjadi aspek kunci dalam kemajuan desa, memberikan peluang kepada warga untuk menjadi produsen informasi. Kemudian, melalui keterampilan dasar sebagai jurnalis, warga dapat bersuara dan memberikan kontribusi ekonomi, sosial, dan budaya bagi desa mereka," katanya.

Lebih lanjut, Riskiadi juga membahas jenis-jenis konten yang dapat dihasilkan, seperti blog post, video post, infografis, foto post, quotes, ebooks, dan lainnya. Ia juga memberikan wawasan mengenai media sosial sebagai alat penyebaran berita yang efektif.



Dalam penutup presentasinya, Riskiadi menyoroti pentingnya kaidah penulisan artkel dengan prinsip 5W+1H, penggunaan foto dokumentasi dengan caption, kategori, tag, featured image, edit permalink, tautan ke postingan lain, dan penyisipan link YouTube jika ada.

"Dengan pelatihan ini diharapkan dapat membantu Desa Kranggan menjadi desa literasi, memperkuat ikatan sosial, dan memberdayakan generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital. Semua peserta diajak untuk aktif berkontribusi dalam mengembangkan media informasi digital untuk kemajuan desa mereka," pungkasnya.

0 Komentar